Craft Price Calculator

Bismillah…

Pembicaraana mengenai upah rajut seperti tidak ada habisnya bagaikan gulungan benang yang tak aja ujungnya. Pertanyaanya, puaskah perajut selama ini dengan apa yang mereka peroleh sebagai bayaran atas tenaga yang mereka keluarkan? Bagi pemberi kerja, sudah sesuaikah apa yang mereka bayarkan dengan  nilai jual produk rajut mereka. Bagaimana dengan keuntungan dari usaha mereka, cukup terbantukah biaya hidup mereka sehari2 dari keuntungan yang mereka peroleh?

Tulisan ini merupakan usaha penulis untuk mencari solusi bagi diri penulis sendiri yang berprofesi sebagai designer dan pembuat pola bagi usaha benang dan produk rajut yang sedang penulis rintis. Semoga bermanfaat bagi yang memiliki situasi serupa.

Catatan: Perajut disini dimaksudkan semua orang yang melakukan aktifitas merajut dan menerima bayaran atas usahanya, baik menggunakan modal sendiri atau menerima upah rajut dari orang lain.

Topik mengenai upah rajut masih tetap hangat untuk dibicarakan terutama di Indonesia antara lain karena:

  1. Merajut masih merupakan pekerjaan sambilan yang dilakukan diwaktu senggang sehingga tidak dikategorikan sebagai profesi.
  2. Persaingan yang sangat ketat. Di Indonesia hampir bisa dipastikan 8 dari 10 orang yang kita temui sehari-hari bisa merajut dan jikapun belum bisa mudah diajari merajut.
  3. Terbatasnya modal, keahlian dan/atau lowongan pekerjaan lain yang lebih menjanjikan upah yang lebih memadai.

Setelah lama mengamati hal-hal berkaitan dengan upah dan harga jual rajutan, penulis berkesimpulan bahwa upah rajut lebih adil jika ditentukan berdasarkan kesulitan pekerjaan bukan berdasarkan lamanya waktu yang digunakan untuk merajut ataupun harga bahan.  Dahulu penulis menggunakan rumus bahan x 3 = harga jual, dimana 1/3 dari nilai tersebut adalah upah rajut. Hal ini juga menjadi tidak adil jika yang dirajut terbuat dari bahan yang sangat murah misalnya sedang motif yang dirajut tergolong rumit, atau bahan yang sangat mahal sementara pekerjaan yang dilakukan masuk dalam kategori dasar (basic). Bagi yang merasa sesuai dengan rumus ini masih bisa mengakses rumus perhitungan harga pada link ini.

Menurut Yarn Craft Council, kesulitan membuat sebuah rajutan terdiri dari berbagai tingkatan: Dasar, Mudah, Lanjutan, Rumit.

Projects using basic stitches. May include basic increases and decreases.
Projects may include simple stitch patterns, color work, and/or shaping.
Projects may include involved stitch patterns, color work, and/or shaping.
Projects may include complex stitch patterns, color work, and or/shaping using a variety of techniques and stitches simultaneously.

Source: Yarn Craft Council

Berikut adalah contoh rajutan dengan tingkatan kesulitannya.

Basic Granny Square

Basic

21b03-img_4635

Easy

photo_1_medium2

Intermediate

IMG_1040

Advance

Tapestry Crochet Bag by Juli Subari Art

Advance

Formula penentuan upah rajut yang penulis coba aplikasikan:

Upah =  Luas rajutan dikali X, dimana X sama dengan nilai upah berdasarkan tingkat kesulitan rajutan.

Contoh aplikasi rumus:
BASIC: Selimut bayi granny polos membutuhkan 30 buah granny
Ongkos rajut = 30 x 3500 = 105,000

EASY: Tas granny multiwarna dengan motif timbul membutuhkan 30 buah granny
Ongkos rajut = 30 x 4000 = 120,000

INTERMEDIATE: 12 tangkai bunga dafodil. Diameter bunga 10 cm, jumlah kelopak 2.  Ongkos rajut = 12 x 5000 x 2 = 120,000

ADVANCE: Tas bermotif tapesty.  Alas 32 x 22cm, tinggi 32 cm, diameter bukaan tas 40cm. Karena bentuk tas yang kecil pada bagian bawah dan membesar keatas dengan alas oval, maka penulis menggunakan rumus trapesium untuk menentukan luas badan tas.

Untuk itu kita harus menghitung:

  1. Hitung luas alas oval. Rumus (elips)= π x a x b. Jika alas berbentuk bulat gunakan rumus luas lingkaran 2πr.
  2. Hitung keliling alas. Rumus keliling elips π x (a+b)
  3. Hitung keliling bukaan tas. Rumus keliling elips π x (a+b)
  4. Luas selimut tegak (trapesium)= (jumlah dua garis sejajar) x t x 1/2

π = 3.14 (angka yang tidak bisa dirubah)

Untuk dapat mengaplikasikan formula diatas kita harus menganggap bahwa tas yang akan kita ukur berbentuk flat atau rata, sebab jika kita hanya menggunakan diameter alas maka hasil yang diperoleh akan salah karena tas berbentuk 3D bukan datar.  Oleh karenanya A = lingkar alas dan B = lingkar bukaan tas.

Contoh penghitungan harga jual dan upah rajut menggunakan tas karya Juli Subari.

Craft Price Calculator JuliS

Cara menghitung luas rajutan berupa tas diatas

cara menghitung luas rajutan

Downloadable Craft Price Calculator untuk menghitung upah rajut dan harga jual.

Rumus diatas hanyalah saran penulis saja. Jika menemukan kekeliruan dalam penulisan rumus mohon komen dibawah.

Penulis berterima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman sesama perajut yang sudah memberikan masukan-masukan yang sangat berharga mengenai upah rajut yang penulis share di FB.  Terima kasih untuk Mba Ida Ubay Fi, Juli Subari, dan Mba Yunita Tri atas izinnya menggunakan foto2 karya mereka yang luar biasa. Credits foto Granny For Syria dari teman2 perajut Indonesia by @Maria Ulfa.

Semoga bermanfaat…

Beautifying the world through art and crafts…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s